Tampilkan postingan dengan label mengenal tanaman jahe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mengenal tanaman jahe. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Oktober 2012

Peluang Usaha Budidaya Jahe Gajah

Peluang Usaha Budidaya Jahe Gajah memiliki masa depan yang cukup menjanjikan. Jahe gajah banyak sekali manfaatnya diantaranya adalah sebagai bahan kosmetika, obat-obatan, bahan campuran makanan dan minuman dan juga sebagai bahan baku dalam kegiatan industri.
Permintaan pasar akan jahe gajah sangat besar sebab kegiatan industri obat-obatan baik moderen maupun tradisional berkembang pesat begitu juga dengan kegiatan industri lainnya yang banyak bermunculan yang bahan bakunya adalah jahe. 
Jahe Gajah merupakan jahe yang paling disukai di pasaran internasional. Bentuknya besar gemuk dan rasanya tidak terlalu pedas. Daging rimpang berwarna kuning hingga putih. Peluang usaha budidaya jahe gajah prospek bagusnya tidak hanya di pasaran dalam negeri saja tapi pasar internasionalpun prospeknya sangat cerah. 
Jahe gajah berpotensi sebagai komoditas export yang dikirim dalam bentuk segar, kering, asinan, minyak atsiri dan oleoresin. Negara pengimport jahe gajah saat ini adalah Singapura, Jepang, Jerman, USA, Kanada, Maroko, Perancis, Hongkong dan Belanda. Dengan demikian Usaha jahe Gajah memiliki prospek dan potensi usaha yang cukup menjanjikan.

Budidaya jahe gajah memerlukan lahan yang luas, namun budidaya jahe gajah tidak memerlukan banyak pengobatan dan pemupukan,

Iklim di indonesia sangat cocok untuk budidaya jahe, oleh sebab itu peluang usaha budidaya jahe gajah ini sangat besar. Jahe gajah memiliki prospek dan potensi produksi cukup tinggi yaitu mencapai 25 ton / hektar bahkan dengan teknologi intensif hasil produksi mencapai 60 ton / hektar. Oleh karena itu jahe gajah dapat lebih dikembangkan sebagai salah satu komoditas unggulan yang mampu memberikan harapan dan nilai ekonomis yang tinggi.

ARTIKEL BERKAITAN


Peluang Usaha Budidaya Jahe Gajah,peluang usaha sampingan,peluang usaha tanaman,peluang usaha baru,peluang usaha dengan modal kecil,peluang usaha pertanian,jahe

Minggu, 21 Oktober 2012

Komposisi Kandungan Jahe

kandungan jahe
Komposisi Kandungan Jahe. Jahe merupakan salah satu komponen tanaman herbal yang populer digunakan di Indonesia. Tanaman yang dikelompokkan ke dalam suku temu-temuan atau Zingiberaceae ini disinyalir berasal dari India dan kemudian menyebar ke berbagai negara seperti RRC, Jepang, Negara-negara Eropa dan juga Asia Tenggara termasuk Indonesia. Jahe tumbuh subur di daerah tropis. Berdasakan data statistik, penghasil jahe terbesar di dunia masih dipegang Brazil juga Equador.

Permintaan pasar akan ketersediaan jahe cukup tinggi. Hal ini disebabkan manfaatnya yang nyata terhadap kesehatan tubuh. Khasiat ini tidak lepas dari kandungan jahe yang kompleks. Berbagai senyawa aktif yang baik bagi tubuh memang ditemukan pada tumbuhan berbunga indah ini. Terutama di bagian rimpangnya.  


Senyawa Penyusun Yang Kompleks
Pada prinsipnya, jahe tersusun atas ratusan senyawa kimia aktif. Masing-masing senyawa tersebut diketahui memiliki khasiat tertentu bagi tubuh. Senyawa Phenol misalnya, terbukti memiliki efek anti-radang dan diketahui ampuh mengusir penyakit sendi juga ketegangan yang dialami otot. Selain phenol, rimpang jahe juga mengandung zingilberene dan shogol.

Senyawa ini dikenal baik sebagai anti-oksidan dan juga efektif melawan penyakit kanker pun jantung. Senyawa penting lainnya yang dijumpai pada rimpang jahe adalah minyak atsiri. Minyak ini bermanfaat untuk mereduksi nyeri, sebagai anti-imflamasi dan juga pembasmi bakteri yang baik. Selain bermanfaat untuk kesehatan, minyak atsiri ini juga diketahui menyumbang aroma yang khas pada jahe. Sementara itu, sensasi pedas jahe berasal dari zingiberen dan zingiberol yang juga dijumpai dalam minyak atsiri tadi.

Selain kandungan jahe yang telah disebutkan di atas, masih ada banyak komponen zat lain yang ditemukan dalam jahe. Zat aktif tersebut antara lain mineral sineol, fellandren, minyak damar, kamfer, zingiberin, borneol, zingiberol, gigerol paling banyak terkandung pada jahe merah), asam aminos, zingeron, vitamin A, B1, C, lipidas, protein, niacin dan masih banyak lagi lainnya.
Tidak Mengandung Senyawa Berbahaya 

Meski tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bagi mereka yang memiliki riwayat medis Maag, namun berdasarkan penelitian klinis, kandungan jahe sama sekali tidak mencakup zat yang berbahaya. Hanya saja, sifatnya yang panas disinyalir bisa memperparah sensasi panas terutama pada bagian lambung mereka yang menderita penyakit maag kronis. Selebihnya, jahe aman untuk dikonsumsi asalkan diolah dengan baik dan dalam takaran yang proporsional. Selamat mencoba.

ARTIKEL BERKAITAN

Sabtu, 20 Oktober 2012

Jenis Tanaman Jahe

Jenis Tanaman Jahe
Jenis Tanaman Jahe,  Jahe dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran, bentuk dan warna rimpangnya. Umumnya dikenal 3 varietas jahe, yaitu :

1) Jahe putih/kuning besar atau disebut juga jahe gajah atau jahe badak Rimpangnya lebih besar dan gemuk, ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas lainnya. Jenis jahe ini bias dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahe segar maupun jahe olahan.


2) Jahe putih/kuning kecil atau disebut juga jahe sunti atau jahe emprit Ruasnya kecil, agak rata sampai agak sedikit menggembung. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. Kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada jahe gajah, sehingga rasanya lebih pedas, disamping seratnya tinggi. Jahe ini cocok untuk ramuan obat-obatan, atau untuk
diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya.

3) Jahe merah. Rimpangnya berwarna merah dan lebih kecil dari pada jahe putih kecil.
sama seperti jahe kecil, jahe merah selalu dipanen setelah tua, dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe kecil, sehingga cocok untuk ramuan obat-obatan.

ARTIKEL BERKAITAN

  1. Jenis Tanaman Jahe
  2. Komposisi Kandungan Jahe
  3. Peluang Usaha Budidaya Jahe Gajah
  4. mengenal tanaman jahe
ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free

mengenal tanaman jahe

mengenal tanaman jahe
Mengenal tanaman jahe. Berikut ini adalah identifikasi tanaman jahe, menyangkut bahasa ilmiah, wilayah tumbuh, uraian tumbuhan, kandungan kimia, kandungan manfaat, dan macam-macam kegunaan lainnya.

Latin :
Zingiber officinale Rosc.
Z.o. var. amarun (pahit)
Z.o. var. rubrum (merah)


Indonesia :
Jahe pahit (Z.o. var. amarun)
HaIia padi (rasanya amat tajam)
Sunti (Z.o. var. rubrum)
Halia barah atau H. udang (merah)
Jae / Jhai
Bahing / Pemedas / Sipadeh

English : Ginger

Familia : Zingiberaceae

Wilayah :
Tumbuhan ini berasal dari Asia Selatan (India)dan RRC, kini ditemukan di wilayah tropis dan subtropis, contohnya di Indonesia. Tanaman jahe biasanya ditanam di daerah beriklim panas, terutama di tanah gembur, kering dan subur. Jahe yang amat baik dihasilkan di Jamaika. Sri Langka dan Cina. Tanaman jahe bisa dipanen apabila daunnya telah menguning.

Uraian Tumbuhan :
Zingiber officinale merupakan tumbuhan herba menahun yang tumbuh liar di ladang-ladang berkadar tanah lembab dan memperoleh banyak sinar matahari. Batangnya tegak, berakar serabut dan berumbi dengan rimpang mendatar. Tumbuhan semak berbatang semu ini tingginya bisa mencapai 30 cm – 1 m. Rimpang jehe berkulit agak tebal membungkus daging umbi yang berserat dan berwarna coklat beraroma khas. Bentuk daun bulat panjang dan tidak lebar. Berdaun tunggal, berbentuk lanset dengan panjang antara 15 – 28 mm. Bunganya memiliki 2 kelamin dengan 1 benang sari dan 3 putik bunga. Bunga ini muncul pada ketiak daun dengan posisi duduk. Biasanya jahe di tanam pada dataran rendah sampai dataran tinggi (daerah subtropis & tropis) di ketinggian 1500 m di atas permukaan laut. Akarnya akar serabut.

Kandungan Kimia :
Rimpang jahe mengandung minyak atsiri, damar, mineral sineol, fellandren, kamfer, borneol, zingiberin, zingiberol, gigerol ( misalnya di bagian-bagian merah), zingeron, lipidas, asam aminos, niacin, vitamin A, B1, C dan protein. Minyak jahe berwarna kuning dan kental. Minyak ini kebanyakan mengandung terpen, fellandren, dextrokamfen, bahan sesquiterpen yang dinamakan zingiberen, zingeron damar, pati.

Kandungan & Manfaat :
Menurut Farmakope Belanda, Zingiber Rhizoma (Rhizoma Zingiberis- akar jahe) yang berupa umbi Zingerber officinale mengandung 6% bahan obat-obatan yang sering dipakai sebagai rumusan obat-obatan atau sebagai obat resmi di 23 negara. Menurut daftar prioritas WHO, jahe merupakan tanaman obat-obatan yang paling banyak dipakai di dunia. Di negara Malaysia, Filipina dan Indonesia telah banyak ditemukan manfaat therapeutis. Sejak dulu Jahe dipergunakan sebagai obat, atau bumbu dapur dan aneka keperluan Iainnya. Jahe dapat merangsang kelenjar pencernaan, baik untuk membangkitkan nafsu makan dan pencernaan. Jahe berguna sebagai obat gosok untuk penyakit encok dan sakit kepala. Jahe segar yang ditumbuk halus dapat digunakan sebagai obat luar untuk sebagai obat mulas. Rasa dan aromanya pedas dapat menghangatkan tubuh dan mengeluarkan keringat. Minyak atsirinya bermanfaat untuk menghilangkan nyeri, anti inflamasi dan anti bakteri. Air perasan umbinya (akar tongkat) digunakan untuk penyakit katarak. Pada umumnya jahe dipakai sebagai pencampur beberapa jenis obat yaitu sebagai obat batuk, rnengobati Iuka luar dan dalam ,melawan gatal (umbinya ditumbuk haIus) dan untuk mengobati gigitan ular.

Kegunaan lain :

* Sakit kepala / migrain
* Batuk
* Masuk Angin
* Rematik, nyeri pinggang, nyeri punggung
* Mengeluarkan gas dari perut
* Bengkak-bengkak (rimpangnya)
* Mual, mabuk di perjalanan
* Eksem
* Panu
* Terkilir
* Vitiligo (bercak putih karefla kehilangan pigmen)
* Borok
* Digigit ular
* Gatal karena gigitan serangga
* Penyakit cacing gelang

Sumber:Internet.

Sumber : http://kolom-inspirasi.blogspot.com/2011/04/identifikasi-tanaman-jahe.html

 ARTIKEL BERKAITAN
  1. Jenis Tanaman Jahe
  2. Komposisi Kandungan Jahe
  3. Peluang Usaha Budidaya Jahe Gajah
  4. mengenal tanaman jahe
ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free